Penjabat Walikota Tebingtinggi, Drs, H Eddy Syofian, MAP menegaskan, akan memutuskan hubungan kerjasama dengan pihak PT.Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Pembantu Tebingtinggi bila terlambat menyalurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Dikatakannya, kebijakan dana BOS dari Pemerintah Pusat berubah. Kepala Dinas Pendidikan Sumut melakukan kerjasama dengan bank BTN. Padahal, bank langsung itu biasanya BRI atau BNI. Menteri Pendidikan Nasional dan Mendagri itu berubah, semua dana BOS harus masuk ke Pemerintah Daerah. Dana Pemerintah daerah itu di Bank Sumut, tapi Bank Sumut harus transper lagi ke Bank BTN.
“Saya mohon masalah ini dioptimalkan bank BTN, kalau tidak mohon maaf kita putus dengan Bank BTN dan kembali ke Bank Sumut. Karena, ini sudah ada teguran Pusat ke Provinsi. Masalah penyaluran dana ini sudah dapat informasi, masuk ke Bank Sumut kemudian ditransfer lagi ke Bank BTN. Saya lihat Bank BTN kewalahan, maka saya minta ketegasan dari bank BTN bisa tuntas atau tidak masalah penyaluran dana BOS ini”,tegas Eddy Syofian didampingi Kadis Pendidikan, Drs.H Padamean Sitregar, M.AP ketika mendadak menemui Kepala Bank BTN Cabang Pembantu Jalan Sudirman Tebingtinggi, Jumat (1/4) pagi.
“Sudah banyak SMS masuk ke HP saya, semuanya mengeluhkan dana BOS ini tidak cair ciar. Jangan dikira dana BOS itu saya persulit dan uangnya masuk kantong saya, ternyata pihak Bank BTN lambat menyalurkan dana itu”, pungkas Eddy Syofian.
Mohon pencairannya dipercepat, pinta Eddy.
Prinsifnya, efisiensi dan pelayanan cepat. Agar dana ini secepatnya diserahkan kepada siswa SD dan SMP yang miskin, dan guru honor yang sangat mengharapkan dana tersebut.
Pimpinan Cabang Pembantu Bank BTN Tebingtinggi, Sully Fairdyanto, minta maaf atas keterlambatan penyaluran dana BOS kepada para Kepala Sekolah. Sebelumnya, kami terima daptar uang tersebut ditunggu-tunggu belum masuk.
“Bukan mencariu alasan, tapi ini ada kesalahan dari kami terlambat dalam penyaluran dana BOS. Tapi, kebetulan ada kesalahan tekhnis dan sudah kita perbaiki. Pada prinsifnya, kami siap untuk menyalurkan dana BOS itu”, jelas Sully Fairdyanto.