MEDAN – Curah hujan dengan intensitas yang tinggi di Kota Medan, akan terus berlanjut sampai bulan Mei 2011. Intensitas hujan akan tetap berlanjut dengan durasi yang lebih lama, hal ini akan menyebabkan banjir di Tanah Deli, tetap terjadi sepanjang kondisi iklim yang sama.
“Situasi curah hujan di kota Medan sudah 100 meter lebih, inilah yang menyebabkan kota Medan sering dilanda banjir dan dari catatan BMKG, ini akan terus berlangsung sampai bulan Mei mendatang,” ujar Firman, staff Balai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) kota Medan, tadi malam.
Terkait banjir yang terjadi hari ini di kota Medan, Firman menjelaskan akibat dari tabulasi awan-awan hasil konveksi hujan, yang disebabkan pemanasan udara yang membentuk awan dengan potensi petir dan curah hujan yang lebat.
“Hujan di kota Medan akibat pembentukan awan yang tebal oleh pemanasan udara di siang hari, dan banjir terjadi di Medan hari ini, juga ditambah dari curah hujan pegunungan yang mencapai 175 meter lebih,” jelasnya.
Menurutnya, gejala cuaca ekstrim di kota Medan akan terus berulang terjadi. Ia menambahkan, masyarakat tidak bisa lagi mengklasifikasikan kapan bulan kemarau dan kapan bulan hujan. Ini dikarenakan perubahan iklim dan pemanasan global.
“Kalau dulu banyak orang mengatakan bulan September sampai Desember musim hujan, namun itu tidak bisa kita pegang lagi, musim telah berubah,” terangnya.
Ia juga menyarankan, apabila hujan telah berlansung selama dua jam lebih dengan intensitas tinggi, lebih baik rakyat waspada. “Kalau sudah dua jam lebih, itu pasti berpotensi banjir, jadi masyarakat harus waspada,” sarannya.
Berdasarkan dari data sementara yang diperoleh Waspada Online, dari Pemko Medan, yang menjadi korban banjir ada 11 kecamatan, yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah, Medan Johor, Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Maimun, Medan Labuhan dan Medan Belawan.
Seperti di Medan Tuntungan banjir merendam di Kelurahan Mangga sebanyak 11 lingkungan dengan jumlah 1.414 KK, Medan Barat Kelurahan Kesawan yang menimpa 330 KK, Medan Selayang Kelurahan Beringin 450 KK, Medan Sunggal Kelurahan Lalang, Kelurahan Sunggal dan Kelurahan Tanjung Rejo 356 KK.
Setelah itu, Kecamatan Medan Polonia di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Polonia, Kelurahan Sari Rejo dan Kelurahan Kampung Anggrung sekitar 400 KK, Kecamatan Medan Baru di 5 kelurahan yakni Kelurahan Petisah Hulu, Kelurahan Merdeka, Kelurahan Darat, Kelurahan Padang Bulan dan Kelurahan Titi Rante dengan jumlah 300 KK.
Selanjutnya, Kecamatan Medan Johor di Kelurahan Kwala Bekala, Kelurahan Pangkalan Mansyur dan Kelurahan Gedung Johor sebanyak 20 KK, Kecamatan Medan Helvetia di Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai yang menimpa 1.116 KK, Kecamatan Medan Maimun Kelurahan Sei Mati dengan jumlah 500 KK.
Kawasan Medan Utara juga terendam banjir antara lain Kecamatan Medan Labuhan tiga kelurahan yakni Kelurahan Martubung, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Pekan Labuhan dan Kelurahan Titi Papan sebanyak 350 KK serta Kecamatan Medan Belawan dan Kecamatan Medan Marelan yang digenangi air yang merendam rumah warga sekitar 300 KK.
Sementara itu, data yang dihimpun dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri tercatat sebanyak 43 unit gedung sekolah SD, SMP, SMA dan SMK di Medan. Sekolah yang terkena banjir harus dipulangkan pihak sekolah lebih awal dan diliburkan dalam beberapa hari kedepan.
Untuk sekolah SD 28 unit, SMP 4 unit, SMA 9 unit dan SMK 6 unit antara lain tersebar di lima kecamatan yakni Medan Tuntungan, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Helvetia, Medan Labuhan.
“Yang paling parah saat ini adalah SMPN 10 Kawasan Jalan Jamin Ginting. Dengan kondisi pagar ambruk, besok siswa akan melakukan gotong royong untuk membersihkan lokasi dan jika tidak memungkinkan akan mulai aktifitas belajar hari Senin,” kata Hasan Basri.
Untuk membantu warga yang ditimpa musibah, Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan telah mendirikan posko dan dapur umum. Di Kecamatan Medan Tuntungan mendirikan 9 titik posko dan 9 titik dapur umum, Kecamatan Medan Barat 9 titik dapur umum, Kecamatan Medan Selayang 4 titik posko dan 4 titik dapur umum, Medan Sunggal 2 titik posko dan 3 titik dapur umum.
Di Kecamatan Medan Polonia 3 titik posko dan 3 titik dapur umum, Medan Baru 8 titik posko dan 8 titik dapur umum, Kecamatan Medan Johor 12 titik posko dan 12 titik dapur umum, Kecamatan Medan Helvetia 2 titik dapur dan 2 titik dapur umum dan Kecamatan Medan Maimun 19 titik posko dan 19 titik dapur umum.
Walikota Medan Rahudman Harahap, setibanya di Bandara Polonia dari Jakarta langsung meninjau banjir di Kelurahan Sei Bekala tepatnya Jalan Pintu Air IV. Luapan air setinggi hampir 2 meter persisinya dekat jembatan yang menyebabkan terputusnya hubungan Kelurahan Sei Bekala dengan Simalingkar B di Kecamatan Medan Johor.
Menurut L Sihotang (33), salah seorang warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Sei Bekala, banjir kali ini yang paling parah terjadi. Sebelumnya, kawasan tempat tinggalnya belum pernah terendam banjir seperti itu. Tinggi air di pinggiran sungai hampir sekitar 4 meter sehingga merendam rumah warga.
“Air mulai naik sekitar pukul 02.00 Wib. Begitu air naik, warga langsung mencari tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. Sejak saya tinggal di tempat ini, belum pernah banjir separah ini,” kata L Sihotang.
Setelah melihat kondisi lapangan, Walikota langsung memerintahkan pimpinan SKPD yang terkait segera memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir. Termasuk, Camat Medan Johor dan Lurah setempat agar tanggap guna meringankan beban warga.
Dijelaskannya, luapan air ini terjadi tidak terlepas akibat belum berfungsi dengan baiknya kanal di kawasan Titi Kuning. Padahal kanal itu berfungsi untuk mengendalikan luapan air apabila sungai meluap. Akibatnya, air yang datang dari gunung akibat tingginya curah hujan menyebabkan sungai tidak mampu lagi menampung debit air sehingga meluap.
“Kita akan membantu warga yang menjadi korban banjir ini. Kemudian, saya telah memerintahkan kepada seluruh Camat dan Lurah yang wilayahnya terkena banjir untuk segera mendirikan posko-posko guna membantu warga yang menjadi korban banjir,” tegasnya.(Wspd)